Fitrinya Ramadhan..Fitrahnya Manusia

Posted on Senin, 05 Agustus 2013 by zulkifli mansyur


       Detik-detik beralihnya ramadhan ke syawal sudah di depan mata. Bulan belajar sehingga siap menempuh hakikat kehidupan. Sebulan sudah telah kita tunaikan sebisa mungkin titah tuhan dengan berpuasa dan rutinitas lainnya yang mungkin belum sempat kita kerjakan dalam sejarah kehidupan kita. Beratus-ratus ucap syukur atas kesempatan, Beribu impian telah kita utarakan, berjuta-juta kata maaf dan pujian telah kita lantunkan berharap terdengar oleh Sang maha mendengar. Lelah dan letih mengantarkan kita pada titik kepuasan sedang penyesalan tiba akibat kurang berlaku diri kita dengan maksimal. Tangis dan haru mengantarkan keringat sebulan perjuangan, menandakan diri kita masih manusia seutuhnya.
       Ramadhan oh ramadhan. Mengantarkan pribadi kepada kesadaran bertingkah dan berlaku. Berharap semua yang terjadi dapat tertempel dalam diri untuk hari-hari kedepannya. Kesadaran manusia coba diuraikan kembali bahwa kita adalah hamba yang tak pernah luput dari kemungkaran namun merupakan hamba yang tak harus malu untuk mendapatkan maaf dariNya. Manusia merupakan bingkai dan hati adalah lukisannya. Tak kala hati anggun dengan warna dan corak yang menenangkan, menandakan pribadi itu adalah pribadi yang bisa mengayomi. Setiap kita membawa bingkisan kecil yang diberikan tuhan selama ramadhan.
       Mari sama-sama kita bangkit dari gelapnya hati, mari sama-sama kita agungkan kembali keesaanNya, mari sama-sama kita buka lagi mata kita dengan sebenar-benarnya pengelihatan, mari kita dengarkan kembali dengan sebenar-benarnya suara, mari kita melangkah pada sebenar-benarnya jalan, mari gunakan hati sebagai hamba yang istimewa. Kita adalah manusia, kembali padaNya dengan kefitrahan kita, senyum manis padaNya, bersih padaNya, dengan membawa bingkisan usang yang telah kita manfaatkan sebaik-baiknya hamba.

Titik akhir ramadhan

Posted on Sabtu, 03 Agustus 2013 by zulkifli mansyur


       Lebaran di depan mata...semua kembali ke asalnya, suasana rumah yang tiada tara, jadikan hati tak lagi gundah gulana...
Selamat menikmati libur lebaran and bagi yang mudik selalu siaga and jangan sampai ada yang kelupaan...

TEORI KOGNITIF SOSIAL BANDURA

Posted on Sabtu, 05 Januari 2013 by zulkifli mansyur


Albert Bandura lahir 4 Desember 1925 di Mundare, kota kecil di dataran rendah Alberta. Beliau merupakan anak bungsu laki-laki dari 5 bersaudara yang semuanya adalah perempuan. Beliau memulai karir S1 nya pada universitas British Columbia, Vancouver. Beliau melewati masa S1 hanya dalam waktu 3 tahun yang kemudian dilanjutkan dengan mengambil S2 di bidang psikolgi klinis di University Of Lowa, Amerika Serikat.
Salah satu asumsi paling dasar dan awal teori kognitif sosial bandura adalah manusia cukup fleksibel dan sanggup mempelajari beragam kecakapan bersikap maupun berperilaku, dan bahwa titik pembelajaran terbaik dari ini semua adalah pengalaman-pengalaman tak terduga. Meskipun manusia dapat dan sudah banyak belajar dari pengalaman langsung namun, lebih banyak yang mereka pelajari dari aktifitas mengamati perilaku orang lain.

MASLOW : TEORI DINAMIKA HOLISTIK

Posted on by zulkifli mansyur


Abraham Harold (Abe) Maslow lahir di Manhattan, New York pada 1 April 1908, dia adalah anak sulung yang berdarah yahudi dari 7 bersaudara yang lahir dari Samuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow.
Konsep maslow tentang motivasi
Konsep Maslow dikatakan sbagai teori dinamika holistik dikarenakan teori ini mengasumsikan keseluruhan kepribadian manusia termotivasikan secara konstan oleh suatu kebutuhan atau kebutuhan lainnya, dan bahwa manusia memiliki potensi untuk tumbuh kepada kesehatan psikologis, yaitu aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri maka manusia harus memuaskan kebutuhan tingkat dasarnya, yaitu rasa lapar, rasa rasa aman, rasa dicintai, dan rasa dihargai. Hanya setelah bisa memenuhi kebutuhan ini maka barulah manusia dapat mencapai aktualisasi diri sesungguhnya.
Hierarki kebutuhan-kebutuhan
Maslow berasumsi bahwa kebutuhan yang lebih rendah tingkatnya harus dipuaskan atau minimal terpenuhi secara relatif selama kebutuhan yang lebih tinggi tingkatnya menjadi motivator tindakan. Lima kebutuhan yang membentuk hierarki ini dikatakan sebagai kebutuhan Konatif (berisikan daya juang dan motivasi). Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan tersebut  berdasarkan potensinya antara lain:

relokasi diri dalam menjalani nikmatnya umur

Posted on Kamis, 03 Januari 2013 by zulkifli mansyur

teman..indah rasanya jika kita mampu menjadikan kehidupan ini sebagai langkah dalam mendapatkan segala cita-cita yang hendak kita wujudkan. namun, alangkah indahnya jika bukan hanya dunia semata yang menjadi tujuan utama kita...petuah ringan yang pengen disampaikan kali ini mengenai kesadaran atas nikmat ksempatan hidup di dunia yang terkadang banyak yang menyesali kehidupan namun tidak disadari bahwa dia sendiri yang mengukir sejarahnya di masa depan.
empat pertanyaan yang hendaknya harus kita renungi secara terus menerus :
1. jasadmu...kau gunakan untuk apa ?
2. umurmu...kau pakai untuk apa ?
3. hartamu...kau belanjakan untuk apa ?
4. ilmumu...kau amalkan untuk apa ?
 mari kita meluangkan waktu sejenak untuk merefleksikan setiap untaian waktu yang telah menjadi sejarah dalam buku besar kehidupan kita...
semoga bermanfaat.